Berikut top 5 berita ekonomi hari ini yang patut untuk disimak:
1.IMF tentang Dampak Perang AS-Israel vs Iran ke Ekonomi Global
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva mengatakan bahwa pihaknya sedang mengamati perkembangan konflik di Timur Tengah dengan cermat, serta menilai dan mengukur dampaknya terhadap perekonomian regional dan global.
“Konflik ini, jika terbukti lebih berkepanjangan, berpotensi memengaruhi harga energi global, sentimen pasar, pertumbuhan, dan inflasi, sehingga memberikan tuntutan baru pada para pembuat kebijakan,” ujar Georgieva pada Konferensi Asia di Tahun 2050 di Bangkok, Thailand.
2. Tugas Baru Bahlil
Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengakselerasi transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Kepala Negara menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai ketua satgas untuk memimpin percepatan agenda hijau tersebut.
Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (5/3/2026), menjelaskan bahwa Satgas ini memikul tanggung jawab besar, termasuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas ambisius mencapai 100 gigawatt (GW). Selain itu, fokus utama lainnya adalah mengubah wajah transportasi nasional melalui konversi motor bensin ke listrik.
Melalui Satgas ini, pemerintah optimistis dapat memperkuat ketahanan energi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang membebani fiskal.
3. Iran Tidak Percaya Lagi pada Mediasi, Pilih Medan Perang
Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia menegaskan bahwa Iran menutup rapat pintu negosiasi dengan pihak lawan yaitu AS dan Israel di tengah eskalasi serangan yang terus meningkat Timur Tengah. Pernyataan ini sekaligus menanggapi tawaran Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesediaan Indonesia untuk menjadi mediator konflik.
“Berkaitan dengan usulan dari pemerintah Indonesia sudah disampaikan. Kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh karena kami sudah tidak percaya,” ujar Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi di kediamannya, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, Iran sebenarnya telah tiga kali mencoba jalur negosiasi, namun wilayah mereka justru diserang saat pembicaraan sedang berlangsung atau mendekati kesepakatan.
4. Penerimaan Pajak Tumbuh 30,2% pada Februari 2026
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 30,2% pada Februari 2026, dengan perkiraan mencapai Rp 244,5 triliun.
“Pada Februari 2026 ini secara year on year penerimaan pajak tumbuh 30,2%, sementara pertumbuhan penerimaan pajak secara bruto mencapai 19%. Kami sangat optimis performance ini akan kami jaga sepanjang tahun mudah-mudahan target penerimaan pajak 2026 dapat tercapai,” ucap Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto dalam media briefing di Kantor Pusat DJP, Kamis (5/3/2026).
Bimo menegaskan bahwa upaya pengumpulan setoran dilakukan melalui strategi intensifikasi dan ekstensifikasi tanpa meresahkan wajib pajak yang sudah patuh, namun tetap melakukan sinkronisasi antara harta yang dilaporkan dengan data pihak ketiga.
5. Bitcoin (BTC) Unjuk Gigi di Tengah Perang
Di tengah guncangan pasar global akibat konflik di Timur Tengah, Bitcoin justru menunjukkan taringnya. Aset kripto terbesar ini melonjak 8% pada Rabu (Kamis pagi WIB), menembus level US$ 73.000 (sekitar Rp 1,2 miliar). Para analis menilai investor kini mulai memandang Bitcoin sebagai instrumen lindung nilai (hedge) yang setara dengan emas di masa krisis.
Lonjakan harga ini didorong oleh aliran dana jumbo ke dalam Exchange-Traded Funds (ETF) Bitcoin spot yang mencapai lebih dari US$ 680 juta hanya dalam dua hari. Fenomena ini menandakan kenaikan harga bukan sekadar spekulasi jangka pendek, melainkan hasil dari masuknya institusi besar.
“Aliran dana ETF ini menunjukkan investor institusional mulai memperlakukan Bitcoin sebagai pelindung nilai terhadap krisis geopolitik maupun potensi inflasi di masa depan,” ujar Co-founder Coin Bureau Nic Puckrin.
SUMBER: detiknews

